Thanks to My Dear Susanto Djohan.. <3
Hari ini kita berdua hunting sepatu buat gantiin sepatuku yang kekecilan :(
Aku sudah excited banget dan bangun pagi.
Sekitar jam 8AM (eh.. itu masi pagi kan? Hahaha :D)
Karena di malam sebelumnya Ko San bilang, besok kita mau ke Pasar Atom buat hunting sepatu.
Hem.. sudah gak sabar buat cari-cari sepatu ^^
Jam 11AM kita berangkat dari rumah langsung cuss menuju Pasar Atom
Wah ternyata udah mulai padat parkirannya.
Oh iya sekedar informasi kita ke Pasar Atom Mall. Jadi bukan yang Pasar Atom lama yah
Dengan harapan dapet sepatu yang cantik dan murah, Hehehe
Karena terakhir kita kesitu waktu beliin Chacha gaun, kenanya murah kan cuma Rp400,000
Setelah parkir kita langsung cuss ke lantai 3, tapi ternyata ga ketemu toko sepatu.
Akhirnya kita turun ke lantai 2, seingetku di dekat Luwes Tailor ada toko sepatu yang bertuliskan "Buy 1 Get 1 Free" Hahaha :D
Kan lumayan kalau beli yang bagus, murah, beli 1 dapet 1 lagi :D
Masuklah kita ketoko sepatu tersebut, lihat-ihat sekilas yah ada lah yang bagus, ada warna gold dan silver.
Rata-rata sepatu yang aku pilih berdetail mata-mata gitu, dan aku cari yang hak 12cm
Setelah ada milih 2 model sepatu, akhirnya aku coba-coba
Wah-wah tapi kurang srek juga dipake. Aku masih jatuh hati sama sepatu brand Amante di Centro, Galaxy Mall :(
Liat-liat model lainnya juga ga ada yang cocok. Adapun warna lain dan haknya kecil
Bingung sambil toleh kanan-kiri aku minta pendapat Ko San, kata ko San yang pilihanku pertama lebih cocok kayaknya.
Tapi ternyata kebesaran.. -_-
Aku minta nomer yang lebih kecilpun kata mbaknya ga ada. Ahh.. sebel
Terus ko San bilang, lihat-lihat aja dulu ketempat lainnya. Akhirnya aku keluar dari toko itu.
Ditengah jalan ko San bilang, "gila sepatunya mahal banget, Harganya tadi itu 599ribu loh"
Aku pura-pura gak tau, "oh iya tah yang?" untung akhirnya dia nyadar sendiri. Hihihi
Soalnya sepatu yang aku suka di Centro itu jauh lebih murah, sekitar Rp400.000
Terus dia bilang, "kalau harga segitu, berani beli sepatu yang kamu incer di Centro itu yang"
ASIK! aku langsung pingin joget-joget :D
Sambil tolah-toleh ke sana-sini, ternyata Pasar Atom yang sebesar itu, toko sepatunya dikit bangeeet..
Kita sampe nyasar masuk-masuk ke Pasar Atom yang lama. Disana kita ketemu beberapa toko sepatu akhirnya
Tapi aku gak suka sama sekali malahan dengan model-modelnya. Jelek soroh
Dan mata-mata yang dipake itu bener-bener kelihatan murahan. Pokoknya ga banget.. Gak mau yang!! >.<
Akhirnya aku maksa buat balik ke Pasar Atom Mall dengan alasan nanti kita gak bisa balik ke parkiran loh. Hehehe
Udah pusing muter-muter sana-sini, akhirnya ko Sa bilang, "yah udah kita lihat sepatumu yang di Centro aja yang"
PUJI TUHAN!
Pasti kalau kita lihat disana aku pasti minta beli sepatu yang itu. Udah kebelet banget dan ngileeer bayangin itu sepatu >.<
Akhirnya kita balik ke parkiran sekitar jam 12.30PM dan langsung cuss berangkat ke toko.
8JAM BERLALU...
Kita berangkat ke Centro sekitar jam 9.30PM
Dengan pasti aku mbatin dalam hati, "pasti wes aku bakal beli sepatu itu :D"
Dari parkiran kita menuju ke Centro langsung ke brand Amante dan langsung aku ambil sepatu yang aku suka banget itu.
Aku lihat dibelakang sepatu kok gak ada harganya?
Akhirnya aku panggil salah satu FA disana yang lagi pada ngerumpi. Kok yah kebetulan yang ngerespon itu temenku Nikko.
Dengan sigap dia menjawab, "iyah kak bisa saya bantu?"
Aku sempat melongo dalam hati aku bilang, loh kok ini anak gak kenal aku? Masa sih lupa sama Miss Universe Coming Soon gini? Hahaha :D
Cuma beberapa detik berlalu dia sambil ngeliatin aku langsung bilang, "Oh Neno asem! Kirain sopo" Hahaha kitapun sama-sama ngguyu jadinya.
Dasar Nikko pe'ak.. -_-
Akhirnya setelah tanya ke FA brand Amante sebenernya, dia bilang harganya RP419,000
Huwah.. tepat seperti perkiranku kapan hari yang aku lihat itu
Pas aku tanya ada diskon gak? Si mbak jawab, "gak ada kak.. Harga normal"
Hadeh.. harusnya beli waktu ada diskon 10% itu dulu. Jadi kan ngehemat dikit, lumayan buat beli jajan :D
Setelah coba-coba sepatu itu aku minta size 38 warna gold ke FAnya, akhirnya dia ngambilin ke gudang.
Pas nunggu FAnya dateng, aku sambil coba-coba sepatu model lainnya. Sempet coba sampe 3 sepatu, tapi hatiku tetep gak berubah. Tetep jatuh hati sama si cantik itu
Datenglah size38 warna gold, tapi ternyata masi kebesaran kata ko San. Aku sih ga seberapa merhatiin. Aku bener-bener udah terobsesi ama itu sepatuuu >.<
Pas aku minta ambilin size37 warna gold, katanya gak ada. Size37 barangnya reject. Permatanya ilang-ilang gitu..
Sempet agak panik, wah masa aku ga jadi beli itu sepatu T__T
Akhirnya aku tanya size37 yang warna silver, da ternyata.. sipp! Ada ukurannya!
Setelah coba sepasang dan aku buat jalan-jalan sambil ngelihatin ke Nikko dan ko San, ternyata mereka berdua suka dan katanya bagus.
Kata ko San bagus yang warna silver. Lebih cocok sama kakiku. Akhirnya dengan bangga aku bilang ke mbaknya, "Ya udah mbak, yang ini aja"
Setelah dikasi nota, kita disuruh ke kassa 1 disamping Shiseido, sebelumnya aku pamitan sama Nikko dan bilang makasih.
Abis itu kita langsung ke kassa buat transaksi. Eh.. ternyata si Narti yang jaga kasir sama 1 mbak kasir namanya mbak Nora.
Lucu yoh namae kayak nama kucing.. :D
Setelah transaksi pake BCA credit card, aku serahin kartu Centrofren buat nambahin point, ternyata disuruh ke Costumer Service buat bikin kartu Centrofren yang baru
Memang yang lama ini agak jelek dan gak meyakinkan kartunya. Yang baru penampilannya bagus kayak kartu ATM. Hahaha
Pas jalan buat ke CS di lantai 1, aku sueneng banget sambil senyam-senyum..
Gak lupa aku ucapin makasih yang mesra kecalon bojoku.. "Ma'acih yah sayang.. Sepatunya bagus, mirip banget sama yang difoto"
Dia bilang sama-sama.. Uwah aku jatuh cinta banget sama sepatu ituuu o__o
Setelah bikin kartu Centrofren yang baru kita pulang deh ke Home sweet Home..
Finally akhirnya sepatu impianku terwujud buat pesta pernikahanku..
Thanks buat pangeranku yang udah membelikan :*
Cinderella punya Sepatu kaca dari ibu Peri, aku gak mau kalah dong
Aku punya Sepatu Amante dari bojoku sayang... Hihihi:)
Really love you with all my Heart
-sugarsaahi-
Jumat, 19 Oktober 2012
Rabu, 17 Oktober 2012
H-25 to the WEDDING CEREMONY
Blog ini untuk mendedikasikan ceritaku selama 25hari menjelang pernikahan
Mungkin aku terlambat untuk menulisnya..
Sebagai awal aku ceritakan sedikit yah! :)
Nama calon suamiku : OE SUSANTO DJOHAN (52th)
Nama calon anak tiriku : CHITASYA MIZUHO DJOHAN (p,14th)
CLARISYA MISATO DJOHAN (p,8th)
Aku dan calon suamiku berkenalan lewat situs chatting MIRC. Disana kemudian kami lanjut perkenalan melalui Friendster dan No. HP. Saat itu usiaku baru 16th. Sungguh masi sangat muda. Namun aku tidak polos seperti teman-teman seusiaku. Hehehee
Dan calon suamiku, sebut saja: Ko San sudah berumur 49th
Jarak umur kami berdua sangat jauh, yaitu 32th. Sungguh bukan hubungan yang wajar antara gadis 16th dan seorang pria berumur 49th.
Saat itu dia masih mempunyai istri bernama Handayani (p,38) yang sedang sakit keras dan dalam komplikasi. Kabarnya dia sakit Lupus atau Pengeroposan Otak.
Di tahun 2009 awal kami bertemu, kira-kira dibulan sekitar Mei-April kami masih sebatas teman curhat dan teman main. Saat itu aku tidak merasakan apapun. Kami hanya teman. pikirku. Karena saudara perempuanku (cece Tasya, 21) sedang menjalin asmara dengan pria yang sudah menikah. Aku takut jika aku menaruh perasaan dan akhirnya tidak bisa lepas dari seorang pria yang sudah berkeluarga.
Tapi nyatanya Ko San berpikiran lain. Dia menyukaiku dari awal bertemu. Walaupun saat itu aku masih sangat muda dan duduk dibangku SMA.
Singkat cerita kami melanjutkan hubungan kami melalui Facebook dan HP walaupun kami sempat lost contact karena dia sedang sibuk berusaha mengobati istrinya keluar Negri tepatnya di Singapore. Saat itu sudah masuk tahun kedua, yaitu tahun 2010
Tidak disangka di akhir tahun 2009 penyakit istrinya tambah parah. Sempat berpindah-pindah Rumah Sakit akhirnya dia meninggal di Rumah Sakit Darmo pada 27Januari 2010
Aku sempat menyesal karena selama ini merepotkan dia untuk urusan pribadiku padahal saat itu dia sedang mengalami masa-masa paling berat dalam hidupnya.
Ko San dan ce Handa dikaruniai 2 putri selama 15tahun mereka berumah tangga.
Yang pertama adalah Chitasya (Chacha,12) dan kedua adalah Clarisya (Micchi,6)
Mengingatkan aku pada saat aku ditinggal pergi oleh mamaku untuk selamanya saat aku berusia 3th dan ceceku Tasya saat usia 4th.
Entah berawal darimana, hubungan kami semakin erat dan kami memulai hubungan pada bulan Februari 2010 tidak tahu tepatnya tanggal berapa? Hahaha
Yang aku ingat hanya saat Valentine tiba (14 Februari) dia mengucapkan Selamat Hari Kasih Sayang dengan pesan "Valentine tahun depan kita rayakan berdua yah"
Sampai sekarang kalimat itu masi terngiang-ngiang dibenakku.. Sungguh hal yang romantis menurutku.
Lalu secara bertahap aku mulai dikenalkan dengan kedua putrinya.
Pertama kali aku diperkenalkan oleh Micchi yang saat itu masih duduk dibangku TK-B
Dia sangaaat lucu dan menggemaskan..
Pipinya masih chubby dan menggunakan seragam TK Buah Hati. Kami bertemu di Bonnet Swalayan.
Beberapa bulan kemudian aku dipertemukan dengan anaknya yang sulung, yaitu Chacha.
Aku sempat sangat nervous, dan takut. Karena Chacha sudah menginjak kls 6SD akhir dan segera masuk ke SMP.
Aku takut pikiran remajanya sepertiku dulu, yang tidak pernah mau jika papaku menikah kembali. Berpikiran bahwa semua ibu tiri itu kejam. Hehehe korban film yah :p
Kami bertemu di Ciputra Waterpark dan aku ditemani sahabatku dari kelas 1SMK, Clara.
Setelah beberapa bulan aku berkenalan dengan mereka berdua, ternyata mereka merespon positif kehadiranku. Puji Tuhan.. Hehehe
Dan juga setelah berkenalan dengan Chacha aku masuk ke gereja GAB Rehobot. Gereja kami sekeluarga sekarang.
Dan pada bulan Juni aku di baptis oleh Ibu Gembala setempat bernama Ibu Maria.
Hubunganku sangat baik dan lancar, sampai pada ulang tahunku 30 Oktober 2010 kami berjanji akan melanjutkan kehubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.
Kami berdua berjanji dihadapan Tuhan Yesus.. Amin
Dan walaupun hubungan kami sempat diwarnai ketegangan. Antara lain tidak disetujui oleh mantan mertuanya serta dia sekeluarga diusir dari rumah yang dia tempati selama 15tahun.
Di Villa Kalijudan, oleh mantan mertuanya, dan kemudian tragedi kami yang harus bertahan dengan jarak umur 32tahun. Sering membuat kami capek karena perbedaan pendapat dan pikiran masing-masing.
Aku cenderung bersikap kekanakan dengan sering bad mood dan menyimpan perasaan marahku alias gondok dan suka bermain teka-teki dengannya. Hehehe
Sedangkan dia adalah type yang tidak bisa menebak isi hati pasangannya dan walaupun mengaku orang yang romantis, tapi aku rasa tidak sama sekali. Huh.. :(
Oh iya, aku sempat menuliskan beberapa keluh kesahku tentangnya di blog ku yang pertama. Karena aku selalu jengkel dan sakit hati dengan segala perkataanya yang menurutku menyakitkan.
Tapi waktu berlalu dan berlalu tidak terasa sudah 3tahun kami kenal dan 2tahun menjalin kasih. Dan akhirnya rumah yang selama ini dibangun (karena insident pengusiran oleh mertuanya) sudah selesai.
Puji Tuhan kami sungguh bahagia dan lega karena tidak lagi menjalani hubungan kucing-kucingan agar menghindari bertemu dengan mertuanya.
Pada akhir tahun 2011 aku berhenti bekerja dari Centro Dept. Store di Galaxy Mall untuk melonggarkan waktu agar bisa membantu dia mempacking barang-barang untuk pindah ke rumah baru di Jl. Kalijudan Madya Gang I/No.4-6
Awal Januari 2012 kami sudah menempati rumah kami yang baru. Oh iya aku bilang rumah kami, karena pada saat itu juga aku pindah dari kost-kostanku untuk menemaninya dan membantu mengatur seluruh tatanan rumah tersebut.
Dan saat itu juga anak-anak mulai belajar memanggil aku "Mama"
Sungguh ajaib karena bukan aku yang meminta mereka begitu. Tapi inisiatif dari sikecil Micchi. Thank you my little dear :)
Diumur yang baru menginjak 19tahun aku sudah dipanggil Mama sungguh mengejutkan.
Bukan hanya untukku pribadi. Tapi juga untuk orang-orang terdekat maupun kelurgaku. Hehehe ini pengalaman hidup yang luar biasa bersama mereka.
Tapi kami sempat ditegur oleh beberapa pihak karena kami tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Selain dari keluargaku, akhirnya di awal bulan September kami ditegur oleh sahabat sekaligus pendeta kami yaitu, Mas Agus.
Akhirnya dengan segala pemikiran yang matang dan berdiskusi dengan keluarga masing-masing, kami memutuskan untuk menikah tanggal 10 NOVEMBER 2012 mendatang.
Puji Tuhan segala kemuliaaan hanya bagiMu Yesus.
Sempat diwarnai ketegangan juga sebelum kami memulai proses apa yang perlu disiapkan untuk pernikahan kami dengan waktu yang singkat. Yaitu sekitar 2 bulan
Mama dari Ko San menyarankan kami untuk membuat perjanjian pranikah terlebih dahulu.
Sempat protes, marah serta diwarnai air mata karena aku tidak pernah mambayangkan memiliki pernikahan dengan acara seperti itu (hukum masalah materi)
Akhirnya kami menemukan jalan tengah. Ko San diberi petunjuk oleh Yesus bagaimana dia harus bertindak dan menyikapi kejadian ini seadil-adilnya. Untuk kami berdua juga untuk kedua anak kami serta anak yang akan kami miliki nantinya.
Dan aku sempat bercerita masalah ini pada Papa dan Bugem.. Dan kedua hal yang mereka katakan sangat berarti untukku agar aku jangan takut atas apa yang akan terjadi.
Kehidupan mendatang tidak ada yang tahu seperti apa. Kita mempunyai Tuhan yang hidup dan memelihara. Kita tidak akan pernah kekurangan suatu apapun.. AMIN
Aku sempat stress memikirkan semua persiapan pernikahan kami. Karena yang paling banyak mengatur untuk segala vendor adalah aku. Waloupun kami hanya melaksanakan pemberkatan dengan resepsi kecil-kecilan serta hanya dihadiri oleh teman dan kerabat dekat, tapi sungguh melelahkan karena harus menyiapkan ditengah kesibukan kami bekerja dan degan dikejar waktu yang sedemikian singkat.
Puji Tuhan selama ini Ceceku Tasya berperan banyak untuk membantu. Serta mau mendengar keluh kesahku. Begitu juga sahabat mayaku bernama Mustika (Mooz)
Thank you all.. Kalian adalah sahabat terbaik yang dapat membantuku :)
SELURUH PERSIAPAN:
1. Aku memilih berbagai model wedding dress yang sangat membuatku excited dan bingung. Semua gaun yang ada di web sangat cantik! Tapi dengan segala pertimbangan dan pendapat dari Ko San, akhirnya kami memilih tema WHITE AND GOLD untuk pernikahan kami.
2. Aku sudah memantapkan pilihan dan segera menuju House Boutique yang sudah disarankan oleh sahabatku Gaby. Yaitu Mae Design yang ada didaerah Kendangsari.
Model gaunnya berbentuk Mermaid dengan kerah seperti gambar diatas. Cantiknya! ^^
3. Setelah itu aku mencari make up untuk wedding day serta photographer untuk mendokumentasikan pernikahan kami. Setelah tanya sana-sini, aku menemukan orang yang akan mendandaniku. Yaitu teman sekerja sahabatku Clara, yaitu Mas Ito.
Dan untuk Photographer aku menggunakan Mas Ajier yang di infokan sahabatku waktu SD yaitu, Ajeng.
Pic 1: Model rambut yang aku minati. Rambut cepol atas dengan Tiara seperti bando tanpa mengenakan Veil atau jaring-jaring.
Pic 2: Model make up yang aku minati. Eye shadow warna silver dengan lipstick soft nude.
4.Setelah itu aku mencari berbagai model sepatu di internet, dan menemukan beberapa yang aku minati dan pilihan jatuh ke salah satu sepatu yaitu, Pumps satin berwarna putih,

Tapi ini hanyalah gambar dari google. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya di Online Shop teman SMPku, Berliana.
Proses pembuatannya sekitar 2minggu. Namun pada akhirnya membuat aku sangat kecewa!
Tidak seperti yang aku harapkan bahkan ukurannya kekecilan. Ya Tuhan.. :(
Setelah berpikir keras bagaimana menyiasatinya, akhirnya sepatu tersebut dibeli oleh ceceku. Puji Tuhan! Walaupun pembayarannya kredit. Hahaha :D
Dan sekarang aku belum menemukan sepatu lainnya.. Oh ya! ku hampir lupa kalau sebelumnya aku menyukai model sepatu lain tapi tidak memungkinkan untuk dibuat. Berikut ini gambarnya,
Dan beberapa hari kemudian aku menemukan sepatu dengan model yang sama namun berdetail lain di Centro, Galaxy Mall milik brand Amante!
OMG, semoga Ko San mau membelikan aku sepatu ituuu~ (harap-harap cemas)
5.Point kelima yang kami cari adalah model jas untuk Ko San beserta warnanya. Sebenarnya aku ingin dia memakai Kemeja dan Celana kain berwarna putih serat Vest dan Dasi berwarna gold. Tapi Ko San sendiri tidak ingin memakai celana warna putih.
Akhirnya setelah beberapa kali pemilihan model dan vendor mana yang akan kami pakai (membeli/membuat) akhirnya kami membuat 1 stel Jas warna Hitam beserta Vest+Dasi warna Gold di Luwes Tailor Atom Mall.
Rencana selesai pembuatan dan fitting tanggal 13Oktober, lalu kami datang sehari setelahnya, dan ternyata pas dan bagus sekali. Hanya celananya terlalu panjang dan harus dipotong, akhirnya pada hari ini baru kami ambil. Dengan biaya Rp1.570.000 dengan pelunasan Rp1.000.000
Untuk Jas tidak ada fotonya yah.. Karena kebanyakan Jas semua sama sih. Hehehe
Nanti untuk yang asli aku share di Entry yang lain :)
6.Di minggu sebelum kami fitting Jas di Luwes Tailor, kami membelikan Micchi gaun warna putih dengan kilau-kilau gold di roknya yang bermodel bersusun-susun.. dengan aksen pita dibagian bahunya. Kami membelinya di Royal Plaza yang saat itu sebenarnya kami mencarikan gaun untuk Chacha.
Kami membelinya dengan harga Rp200.000 sudah termasuk diskon 10%
Foto menyusul yah.. ^^
7.Pada hari kami fitting jas di Atom, pada saat itu kami juga mencarikan gaun untuk Chacha.
Saat itu ada 1 gaun yang sudah menjadi pertimbangan kami apabila tidak menemukan gaun yang cocok lainnya.
Pada akhirnya kami menemukan gaun yang masih terkesan remaja dan persis seperti yang diinginkan Chacha. Chacha bilang sih gaunnya seperti model princess. Dengan detail A-line pendek pada roknya, lengan dengan kain yang jatuh serta detail mata-mata swarovski (kata penjualnya) pada bagian perutnya. Sangat manis dan feminim!
Kami membelinya seharga Rp540.000 tapi karena dapat potongan diskon sebesar 20%+diskon 5.000 yang ditawar habis-habisan oleh Ko San, akhirnya gaun tersebut kami bayar senilai Rp400.000. Hehehe
Fotonya juga menyusul.. ^^
Mungkin aku terlambat untuk menulisnya..
Sebagai awal aku ceritakan sedikit yah! :)
Nama calon suamiku : OE SUSANTO DJOHAN (52th)
Nama calon anak tiriku : CHITASYA MIZUHO DJOHAN (p,14th)
CLARISYA MISATO DJOHAN (p,8th)
Aku dan calon suamiku berkenalan lewat situs chatting MIRC. Disana kemudian kami lanjut perkenalan melalui Friendster dan No. HP. Saat itu usiaku baru 16th. Sungguh masi sangat muda. Namun aku tidak polos seperti teman-teman seusiaku. Hehehee
Dan calon suamiku, sebut saja: Ko San sudah berumur 49th
Jarak umur kami berdua sangat jauh, yaitu 32th. Sungguh bukan hubungan yang wajar antara gadis 16th dan seorang pria berumur 49th.
Saat itu dia masih mempunyai istri bernama Handayani (p,38) yang sedang sakit keras dan dalam komplikasi. Kabarnya dia sakit Lupus atau Pengeroposan Otak.
Di tahun 2009 awal kami bertemu, kira-kira dibulan sekitar Mei-April kami masih sebatas teman curhat dan teman main. Saat itu aku tidak merasakan apapun. Kami hanya teman. pikirku. Karena saudara perempuanku (cece Tasya, 21) sedang menjalin asmara dengan pria yang sudah menikah. Aku takut jika aku menaruh perasaan dan akhirnya tidak bisa lepas dari seorang pria yang sudah berkeluarga.
Tapi nyatanya Ko San berpikiran lain. Dia menyukaiku dari awal bertemu. Walaupun saat itu aku masih sangat muda dan duduk dibangku SMA.
Singkat cerita kami melanjutkan hubungan kami melalui Facebook dan HP walaupun kami sempat lost contact karena dia sedang sibuk berusaha mengobati istrinya keluar Negri tepatnya di Singapore. Saat itu sudah masuk tahun kedua, yaitu tahun 2010
Tidak disangka di akhir tahun 2009 penyakit istrinya tambah parah. Sempat berpindah-pindah Rumah Sakit akhirnya dia meninggal di Rumah Sakit Darmo pada 27Januari 2010
Aku sempat menyesal karena selama ini merepotkan dia untuk urusan pribadiku padahal saat itu dia sedang mengalami masa-masa paling berat dalam hidupnya.
Ko San dan ce Handa dikaruniai 2 putri selama 15tahun mereka berumah tangga.
Yang pertama adalah Chitasya (Chacha,12) dan kedua adalah Clarisya (Micchi,6)
Mengingatkan aku pada saat aku ditinggal pergi oleh mamaku untuk selamanya saat aku berusia 3th dan ceceku Tasya saat usia 4th.
Entah berawal darimana, hubungan kami semakin erat dan kami memulai hubungan pada bulan Februari 2010 tidak tahu tepatnya tanggal berapa? Hahaha
Yang aku ingat hanya saat Valentine tiba (14 Februari) dia mengucapkan Selamat Hari Kasih Sayang dengan pesan "Valentine tahun depan kita rayakan berdua yah"
Sampai sekarang kalimat itu masi terngiang-ngiang dibenakku.. Sungguh hal yang romantis menurutku.
Lalu secara bertahap aku mulai dikenalkan dengan kedua putrinya.
Pertama kali aku diperkenalkan oleh Micchi yang saat itu masih duduk dibangku TK-B
Dia sangaaat lucu dan menggemaskan..
Pipinya masih chubby dan menggunakan seragam TK Buah Hati. Kami bertemu di Bonnet Swalayan.
Beberapa bulan kemudian aku dipertemukan dengan anaknya yang sulung, yaitu Chacha.
Aku sempat sangat nervous, dan takut. Karena Chacha sudah menginjak kls 6SD akhir dan segera masuk ke SMP.
Aku takut pikiran remajanya sepertiku dulu, yang tidak pernah mau jika papaku menikah kembali. Berpikiran bahwa semua ibu tiri itu kejam. Hehehe korban film yah :p
Kami bertemu di Ciputra Waterpark dan aku ditemani sahabatku dari kelas 1SMK, Clara.
Setelah beberapa bulan aku berkenalan dengan mereka berdua, ternyata mereka merespon positif kehadiranku. Puji Tuhan.. Hehehe
Dan juga setelah berkenalan dengan Chacha aku masuk ke gereja GAB Rehobot. Gereja kami sekeluarga sekarang.
Dan pada bulan Juni aku di baptis oleh Ibu Gembala setempat bernama Ibu Maria.
Hubunganku sangat baik dan lancar, sampai pada ulang tahunku 30 Oktober 2010 kami berjanji akan melanjutkan kehubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.
Kami berdua berjanji dihadapan Tuhan Yesus.. Amin
Dan walaupun hubungan kami sempat diwarnai ketegangan. Antara lain tidak disetujui oleh mantan mertuanya serta dia sekeluarga diusir dari rumah yang dia tempati selama 15tahun.
Di Villa Kalijudan, oleh mantan mertuanya, dan kemudian tragedi kami yang harus bertahan dengan jarak umur 32tahun. Sering membuat kami capek karena perbedaan pendapat dan pikiran masing-masing.
Aku cenderung bersikap kekanakan dengan sering bad mood dan menyimpan perasaan marahku alias gondok dan suka bermain teka-teki dengannya. Hehehe
Sedangkan dia adalah type yang tidak bisa menebak isi hati pasangannya dan walaupun mengaku orang yang romantis, tapi aku rasa tidak sama sekali. Huh.. :(
Oh iya, aku sempat menuliskan beberapa keluh kesahku tentangnya di blog ku yang pertama. Karena aku selalu jengkel dan sakit hati dengan segala perkataanya yang menurutku menyakitkan.
Tapi waktu berlalu dan berlalu tidak terasa sudah 3tahun kami kenal dan 2tahun menjalin kasih. Dan akhirnya rumah yang selama ini dibangun (karena insident pengusiran oleh mertuanya) sudah selesai.
Puji Tuhan kami sungguh bahagia dan lega karena tidak lagi menjalani hubungan kucing-kucingan agar menghindari bertemu dengan mertuanya.
Pada akhir tahun 2011 aku berhenti bekerja dari Centro Dept. Store di Galaxy Mall untuk melonggarkan waktu agar bisa membantu dia mempacking barang-barang untuk pindah ke rumah baru di Jl. Kalijudan Madya Gang I/No.4-6
Awal Januari 2012 kami sudah menempati rumah kami yang baru. Oh iya aku bilang rumah kami, karena pada saat itu juga aku pindah dari kost-kostanku untuk menemaninya dan membantu mengatur seluruh tatanan rumah tersebut.
Dan saat itu juga anak-anak mulai belajar memanggil aku "Mama"
Sungguh ajaib karena bukan aku yang meminta mereka begitu. Tapi inisiatif dari sikecil Micchi. Thank you my little dear :)
Diumur yang baru menginjak 19tahun aku sudah dipanggil Mama sungguh mengejutkan.
Bukan hanya untukku pribadi. Tapi juga untuk orang-orang terdekat maupun kelurgaku. Hehehe ini pengalaman hidup yang luar biasa bersama mereka.
Tapi kami sempat ditegur oleh beberapa pihak karena kami tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Selain dari keluargaku, akhirnya di awal bulan September kami ditegur oleh sahabat sekaligus pendeta kami yaitu, Mas Agus.
Akhirnya dengan segala pemikiran yang matang dan berdiskusi dengan keluarga masing-masing, kami memutuskan untuk menikah tanggal 10 NOVEMBER 2012 mendatang.
Puji Tuhan segala kemuliaaan hanya bagiMu Yesus.
Sempat diwarnai ketegangan juga sebelum kami memulai proses apa yang perlu disiapkan untuk pernikahan kami dengan waktu yang singkat. Yaitu sekitar 2 bulan
Mama dari Ko San menyarankan kami untuk membuat perjanjian pranikah terlebih dahulu.
Sempat protes, marah serta diwarnai air mata karena aku tidak pernah mambayangkan memiliki pernikahan dengan acara seperti itu (hukum masalah materi)
Akhirnya kami menemukan jalan tengah. Ko San diberi petunjuk oleh Yesus bagaimana dia harus bertindak dan menyikapi kejadian ini seadil-adilnya. Untuk kami berdua juga untuk kedua anak kami serta anak yang akan kami miliki nantinya.
Dan aku sempat bercerita masalah ini pada Papa dan Bugem.. Dan kedua hal yang mereka katakan sangat berarti untukku agar aku jangan takut atas apa yang akan terjadi.
Kehidupan mendatang tidak ada yang tahu seperti apa. Kita mempunyai Tuhan yang hidup dan memelihara. Kita tidak akan pernah kekurangan suatu apapun.. AMIN
Aku sempat stress memikirkan semua persiapan pernikahan kami. Karena yang paling banyak mengatur untuk segala vendor adalah aku. Waloupun kami hanya melaksanakan pemberkatan dengan resepsi kecil-kecilan serta hanya dihadiri oleh teman dan kerabat dekat, tapi sungguh melelahkan karena harus menyiapkan ditengah kesibukan kami bekerja dan degan dikejar waktu yang sedemikian singkat.
Puji Tuhan selama ini Ceceku Tasya berperan banyak untuk membantu. Serta mau mendengar keluh kesahku. Begitu juga sahabat mayaku bernama Mustika (Mooz)
Thank you all.. Kalian adalah sahabat terbaik yang dapat membantuku :)
SELURUH PERSIAPAN:
1. Aku memilih berbagai model wedding dress yang sangat membuatku excited dan bingung. Semua gaun yang ada di web sangat cantik! Tapi dengan segala pertimbangan dan pendapat dari Ko San, akhirnya kami memilih tema WHITE AND GOLD untuk pernikahan kami.
2. Aku sudah memantapkan pilihan dan segera menuju House Boutique yang sudah disarankan oleh sahabatku Gaby. Yaitu Mae Design yang ada didaerah Kendangsari.
Model gaunnya berbentuk Mermaid dengan kerah seperti gambar diatas. Cantiknya! ^^
3. Setelah itu aku mencari make up untuk wedding day serta photographer untuk mendokumentasikan pernikahan kami. Setelah tanya sana-sini, aku menemukan orang yang akan mendandaniku. Yaitu teman sekerja sahabatku Clara, yaitu Mas Ito.
Dan untuk Photographer aku menggunakan Mas Ajier yang di infokan sahabatku waktu SD yaitu, Ajeng.
Pic 1: Model rambut yang aku minati. Rambut cepol atas dengan Tiara seperti bando tanpa mengenakan Veil atau jaring-jaring.
Pic 2: Model make up yang aku minati. Eye shadow warna silver dengan lipstick soft nude.
4.Setelah itu aku mencari berbagai model sepatu di internet, dan menemukan beberapa yang aku minati dan pilihan jatuh ke salah satu sepatu yaitu, Pumps satin berwarna putih,

Tapi ini hanyalah gambar dari google. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya di Online Shop teman SMPku, Berliana.
Proses pembuatannya sekitar 2minggu. Namun pada akhirnya membuat aku sangat kecewa!
Tidak seperti yang aku harapkan bahkan ukurannya kekecilan. Ya Tuhan.. :(
Setelah berpikir keras bagaimana menyiasatinya, akhirnya sepatu tersebut dibeli oleh ceceku. Puji Tuhan! Walaupun pembayarannya kredit. Hahaha :D
Dan sekarang aku belum menemukan sepatu lainnya.. Oh ya! ku hampir lupa kalau sebelumnya aku menyukai model sepatu lain tapi tidak memungkinkan untuk dibuat. Berikut ini gambarnya,
Dan beberapa hari kemudian aku menemukan sepatu dengan model yang sama namun berdetail lain di Centro, Galaxy Mall milik brand Amante!
OMG, semoga Ko San mau membelikan aku sepatu ituuu~ (harap-harap cemas)
5.Point kelima yang kami cari adalah model jas untuk Ko San beserta warnanya. Sebenarnya aku ingin dia memakai Kemeja dan Celana kain berwarna putih serat Vest dan Dasi berwarna gold. Tapi Ko San sendiri tidak ingin memakai celana warna putih.
Akhirnya setelah beberapa kali pemilihan model dan vendor mana yang akan kami pakai (membeli/membuat) akhirnya kami membuat 1 stel Jas warna Hitam beserta Vest+Dasi warna Gold di Luwes Tailor Atom Mall.
Rencana selesai pembuatan dan fitting tanggal 13Oktober, lalu kami datang sehari setelahnya, dan ternyata pas dan bagus sekali. Hanya celananya terlalu panjang dan harus dipotong, akhirnya pada hari ini baru kami ambil. Dengan biaya Rp1.570.000 dengan pelunasan Rp1.000.000
Untuk Jas tidak ada fotonya yah.. Karena kebanyakan Jas semua sama sih. Hehehe
Nanti untuk yang asli aku share di Entry yang lain :)
6.Di minggu sebelum kami fitting Jas di Luwes Tailor, kami membelikan Micchi gaun warna putih dengan kilau-kilau gold di roknya yang bermodel bersusun-susun.. dengan aksen pita dibagian bahunya. Kami membelinya di Royal Plaza yang saat itu sebenarnya kami mencarikan gaun untuk Chacha.
Kami membelinya dengan harga Rp200.000 sudah termasuk diskon 10%
Foto menyusul yah.. ^^
7.Pada hari kami fitting jas di Atom, pada saat itu kami juga mencarikan gaun untuk Chacha.
Saat itu ada 1 gaun yang sudah menjadi pertimbangan kami apabila tidak menemukan gaun yang cocok lainnya.
Pada akhirnya kami menemukan gaun yang masih terkesan remaja dan persis seperti yang diinginkan Chacha. Chacha bilang sih gaunnya seperti model princess. Dengan detail A-line pendek pada roknya, lengan dengan kain yang jatuh serta detail mata-mata swarovski (kata penjualnya) pada bagian perutnya. Sangat manis dan feminim!
Kami membelinya seharga Rp540.000 tapi karena dapat potongan diskon sebesar 20%+diskon 5.000 yang ditawar habis-habisan oleh Ko San, akhirnya gaun tersebut kami bayar senilai Rp400.000. Hehehe
Fotonya juga menyusul.. ^^
Selasa, 16 Oktober 2012
Just say HI!
HI!
Ini second blog dari blogku yang pertama: ennolife.blogspot.com
Karena blog yang lama sudah tidak memungkinkan untuk di kelola (error)
Enjoy the new my blog..
Yippi! ^________^
Arigato gozaimasu
Love -sugarsaahi-
Langganan:
Postingan (Atom)



